ALMARHUM ( 7,5/10 )
"Almarhum" adalah Final Destination 2.0 versi Indonesia, lengkap dengan sentuhan kearifan lokal yang bikin merinding!!!
"Almarhum" merupakan sebuah film horor Indonesia terbaru karya Adhe Dharmastriya. "Almarhum" mengisahkan tentang kematian tragis yang dialami oleh Pak Mulwanto (Rukman Rosadi) pada Selasa Kliwon. Kematian itu menjadi awal petaka bagi keluarga Nuri. Konon, siapa saja yang meninggal pada hari itu dipercaya akan mengajak anggota keluarganya untuk untuk sama-sama menjemput ajal. Rangkaian peristiwa menyeramkan yang mengguncang ketenangan menyerang mereka, sehingga keluarga yang ditinggal pun diminta menjalani serangkaian ritual untuk mencegah hal tersebut. Wisesa (Dimas Aditya), anak sulung yang berprofesi sebagai seorang dokter menolak ritual itu karena dianggap tidak masuk akal dan memilih menemani ibunya, Rahmi (Nova Eliza) yang masih terpukul. Namun, kejadian aneh dan mengerikan yang menimpa Nuri (Ratu Sofya) dan adiknya, Yanda (Alzi Markers), membuat mereka terpaksa harus mencari tahu tentang kebenaran di balik mitos dan ritual tersebut.
Sinematografi pada film ini cukup solid, sebab berhasil menghadirkan visual yang terang dan nyaman di mata.
Dari segi cerita, film ini sebenarnya memiliki premis yang cukup sederhana dan umum ditemukan dalam film horor Indonesia. Namun, yang membuatnya menonjol adalah treatment ceritanya yang sangat unik, mengingatkan pada franchise Final Destination. Pendekatan ini berhasil memberikan nuansa segar yang membuat saya cukup menikmati film ini.
Film ini juga menghadirkan teror yang cukup mengerikan dan sukses membuat bulu kuduk merinding. Dimulai dengan jumpscare nya yang dirancang dengan baik sehingga benar-benar bisa membuat penonton terkejut dan deg-degan & Adegan-adegan sadis dalam film ini berhasil menciptakan rasa ngeri yang cukup mendalam.
Namun sayangnya, eksekusi cerita film ini terasa kurang konsisten. Meskipun pada bagian awal hingga pertengahan film sangat menarik, namun mulai dari pertengahan hingga akhir, alur ceritanya menjadi kurang terstruktur dan terasa membosankan. Plot twist dalam film ini pun terasa memaksakan, meskipun cukup mengejutkan.
Sebenarnya, alasan gua menyebut film "Almarhum" sebagai Final Destination 2.0 versi Indonesia adalah karena film ini merupakan film Indonesia ke - 2 yang menggunakan treatment yang sangat mirip dengan Final Destination. Sebelumnya, ada juga film Indonesia berjudul "Miracle Menantang Maut" yang rilis pada tahun 2007 dengan konsep serupa.
Secara keseluruhan, "‘Almarhum" adalah film horor Indonesia dengan premis sederhana yang dibalut dengan treatment unik, mengingatkan pada franchise Final Destination. Meskipun menawarkan teror yang mengerikan dan jumpscare yang efektif, eksekusi ceritanya terasa kurang konsisten, dengan alur yang cukup membosankan menjelang akhir dan plot twist yang terkesan dipaksakan.