Kalau bikin cerita film itu yg bagus napa sih. Filmnya lambat, 40menit awal sama sekali spt gak ada pergerakan selain gerombolan eva dkk berangkat naik gunung. Tapi yang bikin kesal tu karakternya tolil semua, padahal mereka anak mapala yg biasanya logis karena sering survive di alam tapi koq gerombolan eva keseringan ambil keputusan yg tolil. Contohnya mulai naik gunung jam 3 sore padahal sudah dilarang, ambil jalur yg tidak disarankan, si eva sudah tahu dapat mens di awal tapi tetap lanjut naik, temennya gak mau nemenin ke sungai utk keperluan toilet saat tengah malam… ni film judulnya harus diganti jadi = Eva dan teman-temannya: Ketolilan terakhir.
Kemudian setannya terlalu banyak, sehingga fokus cerita gak jelas. Karakter yg paling annoying tu si Jon yg tiba2 berubah jadi sok jagoan dan suaranya diberat2in, dia rasa dirinya Vin Diesel kali ya. Trus romantisasi adegan eva nyasar dalam hutan benar2 bikin ngok. Karena tokoh2nya kebanyakan tolilnya, penonton jadi kayak bodo amat sama nasib mereka. Terserah lu deh. Padahal momen2 seramnya lumayan dapat, tapi bukannya itu yg dikembangkan, malah tokoh2nya dibikin geblek dan adegan ga penting diromantisasi. Ni ya contoh dialog yg menunjukkan ketolilan mereka: “kita harus pergi ke desa”, “untuk apa?” “Ya minta bantuan mencari eva” (eva sudah semalaman menghilang). “Aku sudah gak tahu harus mencari eva dimana lagi….” (Sambil menjerit di sungai, Padahal semalaman mereka cuman mencari eva di sungai itu tempat menghilang, gak nyari di tempat lain). Overal, film ini banyakan jeleknya daripada bagusnya.