Ketika saudara kembar Hal dan Bill menemukan mainan monyet tua milik ayah mereka di loteng, serangkaian kematian mengerikan mulai terjadi di sekitar mereka.
THE MONKEY mungkin adalah jawaban Osgood Perkins untuk mereka yang sebelumnya mengeluhkan kalo film-film yang ia arahkan sebelumnya terasa terlalu serius, terlalu lamban, dan terlalu aman (alias kurang berdarah).
Menggubah cerita pendek garapan Stephen King berjudul sama yang bercerita tentang “generational trauma” dari sang karakter dan usaha agar “trauma” tersebut tidak menurun ke sang anak, ‘The Monkey’ tampil brutal: teror yang dihadirkan bergerak cepat, bersimbah darah (dan potongan tubuh) dan tidak pernah ragu untuk membunuh korbannya dengan cara-cara paling sadis (dan gila) yang dapat dibayangkan.
Brutal tapi bisa banget ngebuat ngakak karena Perkins membungkus filmnya dengan balutan komedi gelap yang kental. Bukan cuma tempelan, tapi jadi warna utama dari film. Theo James juga tampil prima sebagai bintang utama dengan peran dobelnya. If you’re up for wacky, unserious, over-the-top carnage and ultra-violent energy, this shit is B-A-N-A-N-A-S. 🍌