Amira (Zee Asadel) seorang santriwati cerdas dan enerjik tengah berbahagia karena perjodohannya dengan Furqon (Emir Mahira), Ustadz yang ia kagumi sejak masih di pesantren. Sayangnya, kebahagiaan Amira tak berlangsung lama karena sejak malam pernikahannya, Furqon tak kunjung menyentuhnya meski sudah berstatus suami-istri. Berbagai prasangka muncul, apakah suaminya memiliki kelainan seksual, atau malah lebih parah, mungkinkah Furqon punya perempuan lain yang ia cintai?
Sebenernya sih kalau film ini rilisnya di awal-awal 2000an yakin bakal works, apalagi jaman2 di mana cerita religi dengan karakter yang hampir sempurna dan disukai ukhti2 bener2 dipotret dengan baik.
Kupilih Jalur Langit mungkin punya pasar tersendiri, yang jelas bukan gue
Chemistry yang on-off sepanjang film, kayak detaching ceritanya dari karakternya perlahan2. Entah kenapa ada rasa "gak nyaman" dengan cara bercerita di film ini. Logika cerita yang kadang bikin: "Hah? masa gitu?"
Tapi ya balik lagi, pasarnya emang ada.