Delapan tahun sejak kematian tragis Herman (Teddy Syach) karena santet, Sri (Putri Ayudya) menata kembali hidupnya bersama anaknya Dina (Nadya Arina), dan Andi (Rangga Azof) yang sudah menikahi Rani (Asha Assuncao). Sri dikabari bapak jika ibunya sakit keras. Mereka datang menjenguk, dan itu menjadi awal malapetaka. Karena ada dosa masa lalu yang disembunyikan Sri, dan kini mengancam keluarganya!
Sebagai sebuah sekuel, Kafir: Gerbang Sukma menurut gue sukses melanjutkan kengerian yang diciptakan melalui visual dan sound yang terjaga konsistensinya sepanjang film.
In terms of sekuense cerita dari film sebelumnya juga enak diikuti.
Beberapa visual film ini menurut gue cukup menggambarkan gimana horror tuh harusnya begini. Gak perlu banyak jumpscare dan pernik-pernik yg hanya tempelan. Tapi memanfaatkan apa yg ada sebagai penunjang cerita.
Building set dan tone-nya juga emang udah ngedukung horrornya.
Dari sisi akting, Putri Ayuda ini beneran memaksimalkan potensi dia sebagai aktris yg emang jago maenin karakter dia dan hit the spot yg diinginkan.
Kafir: Gerbang Sukma bukan hanya sekuel saja tapi langkah awal dari universe Kafir yg mungkin bisa berkembang lagi.