Di tengah masa remajanya, RAMA (16), seorang remaja pemberontak, memandang dunia sebagai musuh. Keyakinannya bahwa semua orang menentangnya hanya mereda berkat kehadiran ibunya—satu-satunya sekutu yang ia miliki dalam hiruk-pikuk kehidupan remaja. Namun, ketika tragedi menimpanya dan merenggut sosok yang paling ia andalkan, Rama dipaksa menghadapi kehidupan seorang diri. Dalam kesendiriannya yang baru itu, muncul secercah ketenangan melalui kehadiran i-BU—sebuah program AI buatan temannya yang dirancang menyerupai kehangatan dan kenyamanan sosok sang ibu.
Orkestrasi perasaan-perasaan yg dihadirkan oleh ketiga karakter utama di Esok Tanpa Ibu adalah sebuah kevalidan tentang bagaimana menghadapi tahap demi tahap fase griefing sampai acceptance.
Penampilan terbaik dari Ali Fikry hingga saat ini.
Sementara itu, Dian Sastro dan Ringgo Agus cukup menguatkan peran mereka masing-masing. Film keluarga yang hangat dengan tingkatan emosional yang tepat.
Menggabungkan teknologi dan kehangatan cerita bikin Esok Tanpa Ibu cukup ngasih kesan setelah nonton.