Bagi Gadis (Yasmin Napper), Suzy (Megan Domani) bukan sekadar tetangga—ia adalah sahabat yang selalu ada, terutama sejak Gadis mengandung anak pertamanya. Namun kehangatan itu perlahan berubah menjadi tanda-tanda ganjil yang tak bisa diabaikan. Sikap manis Suzy terasa terlalu sempurna, perhatian kecilnya terlalu sering, dan batas-batas persahabatan mulai mengabur.Ketika suaminya, Andika (Arbani Yasiz), ikut terseret dalam kedekatan yang janggal itu, kecurigaan Gadis berubah menjadi ketakutan. Ada sesuatu yang menyamar sebagai kasih sayang, namun ternyata lebih kejam dari sekadar pengkhianatan. Disaat perhatian berubah menjadi ancaman, masih adakah yang bisa dipercaya?
Memang ga sempurna secara eksekusi, karena endingnya kureng. Tapi, intensitas thrilling dan cara gimana ceirtanya ngasih twist (yang meski gue udah tebak) itu menurut gue kekuatan yg bikin film ini surprisingly seru buat ditonton.
Rusuh tapi seru.
Musuh Dalam Selimut.
Arbani jadi karakter red flag jelas not our bingo list. Tapi dia mampu meranin itu. Megan Domani juga cukup oke.
Yang menarik sih gimana Yasmin Nappers pada akhirnya ngasih performa maksimal. Scene emosional itu cukup bikin percaya bahwa dia emang tepat dikasih karakter ini