Will, seekor kambing kecil dengan mimpi besar, mendapatkan kesempatan sekali seumur hidup untuk bergabung dengan para profesional dan bermain roarball – olahraga dengan intensitas tinggi, yang dimainkan campuran pria dan wanita, kontak fisik penuh yang didominasi oleh hewan tercepat dan terganas di dunia. Rekan satu tim baru Will tidak senang memiliki seekor kambing kecil di tim mereka, tetapi Will bertekad untuk merevolusi olahraga ini dan membuktikan sekali dan untuk selamanya bahwa 'yang kecil pun bisa bermain'! Dia harus melakukan sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.
Kalau milenial punya Space Jam, Gen Alpha punya GOAT.
Belakangan ini, film animasi anak terasa makin kompleks dan penuh warna—dan GOAT termasuk salah satunya. Film ini tetap setia pada pakem “dream big”, tentang berani bermimpi meski ragamu kecil atau tak sesuai ekspektasi society.
Saya suka bagaimana film ini menjelaskan bahwa sosok yang dulu kita kagumi bisa perlahan memudar ketika kita dewasa dan semakin sering melihat sisi aslinya. Ada kedewasaan emosional yang terselip di balik kemasan animasi cerahnya. Jokes-nya receh tapi pecah, dan final battle-nya? Absolutely GOAT.
Pada akhirnya, makna “kambing” sebagai underdog dan “greatest of all time” berpadu dengan pas.
Terima kasih, Stephen Curry, sudah meneruskan estafet Space Jam di era ini.