Tania (Saskia Chadwick), seorang mahasiswi Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar di Korea Selatan. Saat di Korea, Tania bertemu dengan Min Yong (Kim Seoyoung), arwah perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual dan berusaha mendapatkan keadilan atas kematiannya. Keinginan Min Yong untuk dibantu justru membawa Tania ke dalam serangkaian teror yang semakin intens, mengancam kewarasannya sendiri. Dalam perjalanan itu, Tania berusaha mengungkap misteri di balik kematian Min Yong dengan bantuan Dr. Park Min Jae (Kim Geba) dan sahabatnya, Sherly (Aruma Khadijah). Namun, kehadiran Dion (Cinta Brian), seorang pria misterius dengan masa lalu kelam, menambah kompleksitas situasi dan membuat pilihan Tania semakin sulit menghadapi kebenaran yang mengerikan atau menyerah pada teror yang tak berkesudahan.
Tolongin penonton yang menderita selama menonton film ini, saking jeleknya filmnya.
Latar belakang cerita tidak ada. Kemanapun dan dimanapun adegan berada, keempat tokoh selalu bertemu secara tidak sengaja.
Di Korea ada ustad orang Indonesia (yang merupakan titisan Maher Zain dengan topi kupluknya) dan dukun orang Indonesia yg bergaya bohemian.
Hantu Korea yg berbahasa Korea dibalas dgn dialog bahasa Inggris oleh pak Ustad Maher Zein, dan mereka saling mengerti apa yang mereka bicarakan walau berdialog dalam beda bahasa.
Dan yang paling ancur adalah dialog-dialog maha-super penting sepanjang film seperti: Dokter Park “kamu dehidrasi”, Tania “mungkin aku kecapekan belajar. Minta obat tidur, dok”. Dokter Park “Jangan, obat tidur berbahaya”.
Tapi dialog paling memorable adalah dialog dari Ustad Maher Zein: “ia adalah arwah yang diperkosa…”
Ternyata, bukan cuma manusia yg bisa diperkosa, arwah pun sekarang bisa diperkosa.
Help…