Seorang ayah muda Sugi (Ibrahim Risyad), yang semula hidupnya damai bersama istri tercinta Rohmah (Fanny Ghassani), dua anaknya Dimas (Kevin Danu) dan Bening (Emilat Morshedi), serta ibu mertuanya Lastri (Jajang C. Noer), kehidupannya hancur seketika saat ia terjerat hutang RIBA dari Juragan bengis (Andre Geovano). Di tengah keputusasaan akibat tekanan dan ancaman dari Juragan, Sugi terjebak dalam tawaran pesugihan "Getih Anak" dari sahabat lamanya Muji (Wafda Saifan) - ritual berdarah yang menjanjikan kekayaan namun dengan konsekuensi setiap tetes darah membawa kutukan nyata. Kegelapan mulai menyusup ke dalam rumah, teror demi teror yang sangat mengerikan menimpa seluruh keluarga. Tidak semua yang tampaknya mudah membawa berkah, dan tidak semua yang sederhana bebas dari konsekuensi. Kini, Sugi harus menghadapi akibat dari kesalahan pilihannya.
Adegan2 gory-nya terlalu brutal hingga pada satu titik saya mempertanyakan apa memang harus begitu penceritaan yg dibuat utk menceritakan plot horor ttg pesugihan?
The art of storytelling film horornya nyaris lenyap dan digantikan dgn adegan demi adegan gory yg brutal dan berlebihan. Bukan ketakutan dan teror yg tersampaikan kepada penonton, yg ada malah ke-enek-an yg diterima penonton.
Belakangan ini film horor lokal selalu mengedepankan scene2 gory berdarah2 sebagai sajian utama. Sudahilah, stop. Mulailah kembali bercerita dgn benar, agar kengerian dan teror yg dinikmati penonton film horor klasik dapat kembali muncul di layar bioskop.