Jonathan (Chicco Jerikho) harus berjuang menyelamatkan nyawa anaknya, David Ozora (Muzakki Ramdhan), yang dianiaya seorang anak Pejabat Tinggi Negara, hingga masuk ke dalam keadaan Koma. Kondisi David Ozora pun menjadi Viral, lalu bersama-sama seluruh masyarakat Indonesia yang beragam Agama serta kepercayaannya, mereka melakukan Doa bersama mengharapkan mukjizat untuk kesembuhan sang Anak. Juga bersama kedua sahabatnya, Melissa (Tika Bravani), dan Rustam (Rizky Hanggono), Jonathan terus memperjuangkan keadilan, dimana Dennis (Erdin Werdrayana), sang penganiaya, terus mendapatkan bantuan dan keringanan dari system yang dipertanyakan kebersihannya dalam menerapkan Hukum, karena peranan dan jabatan ayahnya yang mengaku sebagai Penguasa Jakarta Selatan.
Juara film dgn skenario terburuk tahun 2025. Mungkin riset yg dilakukan penulisnya sebelum menulis skenarionya hanya dgn membaca berita di portal online dan medsos. Ceritanya dangkal dan tidak memiliki kedalaman. Tak ada satupun tokoh yg berkembang ataupun berubah, eksistensi seluruh tokoh hanya untuk menjalani plot yg dangkal tsb. Rumus membuat film drama berdasarkan satu peristiwa bombastis adalah perubahan karakter tokoh sebelum dan sesudah peristiwa, yg hal itu tidak ada sama sekali disini.
Effort penulis skenarionya hanyalah membumbui materi dari berita online dgn dramatisasi ala FTV dan menambah nilai-nilai moral disana-sini yg bersifat menggurui, serta adegan2 flashback yg useless dan cringe.
Namun ada scene stealer yg cukup uniq, yaitu Rizky Hanggono, aktor paling hardworking di Indonesia, yg biasanya selalu all out berakting dalam film horor, di film ini mencoba berakting sebagai org Indonesia Timur. Bingung antara mau tertawa atau menangis melihat aktingnya.
Dialog paling memorable adalah saat ayah Ozora menanyakan kondisi anaknya pada dokter, dan jawaban dokternya: “saya sekolah kedokteran di universitas di luar negeri…”…. Errrmmm… ok dok.
Dan jangan lupakan scene cameo Gus Dur (atau arwahnya) di surga tapi koq kayak di shoot di salah satu taman di jakarta ya, yg dipoles pake CGI…
Lalu adegan paling ancur cur cur cur adalah adegan penyiksaan david, yg sejak awal film di-spill sedikit demi sedikit dan ditampilkan secara utuh di akhir film untuk memberikan efek klimaks. Tapi koq saat dennis menendang kepala ozora, kakinya gak kena kepala… saat nonjok, tangannya nonjok udara… koq kelihatan boong-nya… sutradara selevel anggy umbara gak bisa meng-eksekusi adegan ini dgn benar, merupakan… sesuatu yg bikin saya speechless…
Overall, lebih seru ngikutin berita mario dandy-david ozora di medsos daripada di film ini.