Setelah kematian mendadak kakak-kakaknya, seorang arsitek muda yang sedang berjuang tiba-tiba menjadi orang tua tunggal bagi keponakannya. Ketika kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik muncul, ia harus memilih antara kehidupan cintanya, kariernya, atau keponakannya.
Semua karakter tak terlupakan dan relatable.
Moko yang sandwich generation. Karakter yang merasa mesti menanggung semua beban keluarga, mirip dengan si Abah di Keluarga Cemara
Nina si anak tengah yang punya jalan pikirannya sendiri.
Woko yang punya caranya sendiri.
Ano: si tukang makan
Ais: si "anak pungut" yang aktingnya sudah terasah khususnya sejak series Keluarga Cemara.
Eka: kapan lagi Ringgo jadi antagonis?
Maurin, si (mantan) pacar yang bingung cara nolong Moko.
dan, tentu saja, si balita Ima, yang menurut saya adalah jangkar dari semuanya. dialah yang membuat penonton menjadi begitu peduli dengan keluarga itu. Bayangkan kalau tak ada karakter bayi dalam keluarga itu, tentu tak seringkih atau serentan itu dalam urusan survival.