Darta, seorang pria jelata dari keluarga pengrajin bambu, jatuh cinta pada Sinta, yang berasal dari keluarga bangsawan kaya raya. Setelah mengalami penolakan dari orang tua Sinta, Darta mencari jalan pintas melalui perjanjian mistis yang ia lakukan dengan Raja Monyet, demi mendapatkan kekayaan dan bisa meminang kekasihnya, tanpa peduli konsekuensinya terhadap masa depan mereka kelak.
Masih terngiang-ngiang “Samsara” cine concert semalam.
Mas Garin kembali ke era eksplorasi bentuk dan gaya bahasa audio visual, sekaligus kembali ke semangat estetika film bisu. pengembangan dari “Opera Jawa” dan “Setan Jawa”.
Kembalinya semangat glokal.
Semoga “Samsara” bisa mewakili Indonesia di Academy Awards, agar peluangnya makin besar untuk masuk.