Johan (20) dan Mama (39) tinggal di sebuah taman buaya yang terbengkalai. Ayah Johan tidak ada, tetapi Mama menyebut seekor buaya putih di taman itu sebagai ayah Johan. Mama sangat protektif terhadap Johan. Namun, setelah muncul seorang gadis muda, Arumi (23), keseimbangan dalam hubungan Johan dan Mama goyah. Mama tidak setuju dengan hubungan tersebut, dan ketidaksukaannya ditunjukkan melalui perilaku yang aneh.
Setelah menunggu lama, akhirnya film ini rilis juga.
Hebatnya Tumpal dalam mengolah sebuah cerita kompleks yang hampir menyentuh seluruh isu yang sedang happening.
Punya dialog yang kuat di beberapa scene dengan beberapa hal surreal yang dikemas menarik.
Tak salah kalau menyebut Crocodile Tears menjadi salah satu debut penyutradaraan film panjang terbaik dari sutradara Indonesia.