Di tahun 2100-an, ketika krisis air mengancam masa depan Bumi, Pelangi—anak pertama yang lahir di Mars—memulai sebuah petualangan bersama robot-robot malfunction yang menjadi sahabatnya untuk menemukan Zeolit Omega, mineral langka yang dipercaya dapat menyelamatkan masa depan Bumi. Namun dalam perjalanannya, Nerotek—korporasi raksasa yang menguasai sumber air—melakukan segala cara untuk merebut penemuan tersebut.
Untuk sebuah permulaan dari perkembangan industri film Indonesia, Pelangi di Mars adalah sebuah langkah yang besar. Sayangnya tak diimbangi dengan cerita dan eksekusi yang benar-benar matang.
Ceritanya dan plotnya cukup berantakan. Sulit rasanya untuk terikat pada ceritanya karena para tokohnya karena tak punya motivasi yang kuat. Untungnya visual dan karakter robot-robot yang lucu berhasil menyelamatkan film ini