Darta, seorang pria jelata dari keluarga pengrajin bambu, jatuh cinta pada Sinta, yang berasal dari keluarga bangsawan kaya raya. Setelah mengalami penolakan dari orang tua Sinta, Darta mencari jalan pintas melalui perjanjian mistis yang ia lakukan dengan Raja Monyet, demi mendapatkan kekayaan dan bisa meminang kekasihnya, tanpa peduli konsekuensinya terhadap masa depan mereka kelak.
Ditonton di JAFF 19
Ini tuh emang cuma Garin yang bisa bikin film semagis ini! Agak nyesel kenapa ga beli cine concernya apalagi waktu nyamperin ke GIK denger dari luar venue aja udah merinding.
Samsara memberikan ruang embodiment reflektif soal tubuh, kelas, mistika masyarakat Indonesia, sampai persoalan yang lagi rame soal lack of father figure. Dari gerakan tari dalam ruang bisu yang diiringi musik elektronik, ketiganya di atas kertas kesannya bukan sebuah hal yang in line apalagi kau lihat konteks waktu, tetapi Samsara pakai ketiganya sebagai medium yang berjalan apik nan epik.