Jefri (Arya Saloka) dan Sarah (Davina Karamoy) adalah pasangan selingkuh yang kini harus mati-matian membuat alibi, ketika jenazah Sofia (Marissa Anita) sang istri sah yang mereka bunuh, hilang dari kamar mayat. Arya Pradana (Bront Palarae), penyidik dari kepolisian, mengerahkan segenap logika untuk menemukan kebenaran. Apakah jenazah itu hidup kembali dan menuntut balas pada pembunuhnya?
Dendam Malam Kelam mungkin film Indonesia yang underrated karena saat masa penayangannya di bioskop, tidak ramai orang yang membicarakannya. Padahal, ini adalah film yang sangat cocok untuk kalian pecinta plot twist. Diadaptasi dari film Spanyol, Dendam Malam Kelam menunjukkan kualitasnya sebagai film adaptasi yang keren. Aku suka dengan teknik berceritanya yang membuat penonton bingung apa yang benar terjadi dan apa yang tidak. Aku juga suka dengan pemilihan latar tempatnya yang fokus pada satu tempat sehingga memperkuat kesan terjebak dan paniknya. Walalupun ada transisi adegan kilas balik yang kasar, pola alur maju mundurnya berhasil memperkuat storytelling film ini. Apalagi, secara umum, akting para pemerannya bagus-bagus. Terkhusus untuk Arya Saloka sebagai Jefri, biarpun ada sedikit catatan, ia tampil dengan sungguh keren bersama lawan mainnya, Bront Palarae. Silakan tonton ini bareng siapapun, tapi jangan bareng anak di bawah umur ya.
Sila lihat reviewku selengkapnya di https://sapphirekey.blogspot.com/2026/01/dendam-malam-kelam-lebih-dari-sekadar.html