Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota, dikenal dengan pesta kerasukan, sebuah tradisi turun-temurun yang sudah lama jadi bagian dari kehidupan dan hiburan warganya. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh mulai terancam digusur, Bayu (Angga Yunanda) bertekad buat jadi Perasuk Utama yang akan memimpin pesta besar-besaran demi mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air itu. Tapi di tengah perjalanannya, Bayu sadar bahwa ambisi saja tidak cukup buat menjadikannya Perasuk sejati, apalagi buat menyelamatkan desa yang ia cintai.
Muklas Animalia the movie
Wregas trying to reheat his Budi Pekerti & Tak Ada yang Gila di Kota Ini nacos
Ia menjual sebuah perlawanan terhadap upaya sebuah PT yang akan membeli mata air warga, tanah, dan membuat kerusakan sawah di desa Latas. Namun, rentetan peristiwa sambet-menyambet dengan segala animalianya menjadi omong kosong healing/wellness yang ujung-ujungnya menyelesaikan masalah masa lalu diri, alih-alih melawan strukturalis yang direduksi "aparat bukan pendosa, mereka hanya menjalankan tugas, maka rangkullah"
The most anti-anarkism film in this prabowonomics bfr bruh
Atau memang itu seharusnya yang menurut dia sesuatu adiluhung?
Ada-ada saja akal bulus