Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
Film dengan tema balas dendam tentu harus punya karakter villain yang kuat agar penonton ikut merasa kesal dan memahami perasaan sang pemeran utama. Nah disinilah masalah yang aku rasakan di film ini. Secara cerita dan akting, aku merasa karakter utama antagonis tidak dibangun dengan baik (malah lebih ngeselin anak buahnya). Iya sih secara lisan kita tau nih orang jahat, tapi kita gk sepenuhnya dilihatin jahatnya dia secara langsung.
Awal sampai pertengahan film rasanya agak boring(?) kayak aku masih penasaran sama ceritanya tapi nontonnya gk semenyenangkan itu juga.
Tapi semua berubah saat cerita mulai memberi banyak screen time ke Pramuja (sekali lagi aku disadarkan kembali dengan kualitas akting Reza Rahadian) dan saat Nyi Gayatri menyarankan santet terakhir ke Suzzanna, membuat filmnya jadi berbumbu angst yang membuat ceritanya jd menarik.