Suzzanna (Luna Maya) dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman malah menyantet ayah Suzzanna hingga tewas. Dendam atas kematian sang ayah pun mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga. Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Hingga akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
Yha sesuai bayangan aja sih filmnya bakal gimana. Gajauh beda dari film-film sebelumnya, masih seputar upaya balas dendam karakter utamanya.
Cukup menarik sebenarnya upaya naskahnya untuk mengulik soal isu "perlawanan" terhadap tokoh/figur yang bejat, namun sayang isu yang mau diangkat tersebut kurang melebur dengan hal lain yang mau diangkat filmnya. Masih sama dengan film pendahulunya, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa masih mau memasukan unsur komedi, superhero, dan sayang ketika itu semua digabung dengan motif ceritanya terasa kurang sesuai serta bertabrakan.
Durasi 135 menit juga rasanya terlalu panjang untuk filmnya, belum sampai ditahap melelahkan tapi cukup banyak adegan yang terasa dilebih-lebihkan dan seperti yang disebut tadi, banyak adegan filler yang kurang berhasil melebur dengan motif ceritanya. Andai Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa lebih berfokus ke aksi balas dendam yang gila dan menyenangkan tanpa mementingkan moral, rasanya akan jauh lebih efektif.