Pertengkaran Mutia (Nadya Arina) dengan Ibunya, Retno (Meriam Bellina) membuatnya pergi dari rumah untuk membuktikan dirinya bisa sukses secara mandiri. Tiga tahun berlalu, promosi karir Mutia di perusahaan property tersandung proyek penggusuran Mercusuar, toko roti legendaris milik Retno. Tidak ada pilihan lain, Mutia kembali ke rumah, dan bekerja sama dengan kakak dan adiknya untuk melunakkan hati ibunya agar mau menjual Mercusuar.
Suguhan hangat tentang keluarga. Dari segi cerita termasuk yang renyah dan klise untuk sebuah konflik keluarga dengan ending yang sudah dapat ditebak dari awal. Film ini kurang berani bermain lebih berani untuk merombak cerita lebih filosofis. Akhirnya tetap cerita normatif agar ringan ditonton. Tidak masalah. Justru yang menjadi kekuatan film ini adalah akting semua pemain yang mampu memberikan rasa di setiap adegan yang "tertebak" itu. Pemain muda tidak kalah kuatnya dengan pemain senior. Yang tidak tertebak dari film ini adalah akting Meriam Bellina yang awalnya dipikir akan memberikan drama khas Meriam Bellina ketika merasa dikhianati. Alih-alih mendengar suara melengkingnya, film ini justru memberikan ruang untuk Meriam Bellina menyimpan rasa itu dan bisa menguras air mata yang banyak. Perlu masuk list bila mencari film di liburan kali ini. Menghibur dan cukup reflektif untuk mereka yang rindu keluarga. Pas banget menjadi tontonan liburan yang mengundang senyum sepanjang film.
- JD -