Na Willa (Luisa Adreena) mengisahkan Willa, gadis kecil enam tahun yang percaya dunia kecilnya di sebuah gang di Surabaya adalah tempat paling sempurna dan magis. Tempat di mana lagu dari radio terasa hidup, kios langganan yang selalu penuh kejutan, dan setiap hari adalah hari untuk bertualang bersama teman-temannya. Namun ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan satu per satu teman bermainnya mulai masuk sekolah, dunia Willa perlahan berubah dan terasa semakin sepi, membuat Willa bertekad mengikuti teman-temannya ke bangku TK, dengan harapan semua bisa kembali seperti semula. Masuk sekolah justru membuka dunia baru yang terasa asing: penuh aturan, batasan, dan rasa tidak dimengerti. Di sanalah Willa perlahan belajar bahwa tumbuh berarti berdamai dengan perubahan. Bahwa keajaiban tidak selalu hilang hanya berpindah tempat.
Tulus dan patuh sekali pada Novelnya. Dunia Na Willa dihidupkan dalam realisme magis yang pasti akan selalu membuat tersenyum lebar. Ryan juga memberikan konteks-konteks dan detil lebih yang memperkaya cerita juga kehadiran Pak yang lebih presence dibanding Novelnya.
Film lebaran yang wajib ditonton baik anak-anak, orang tua, dan semua orang untuk lebih mendengarkan dan merasakan dunia anak-anak. Ketika kita sudah menjadi kupu-kupu, sungguh kita tak bisa balik sebagai ulat yang kita rindukan 🦋
Dari Na Willa, rumah sakit bukan sesuatu yang horor dan pentingnya memilih sekolah untuk anak ya bund.
Aku juga gamau merit Willa hehehe
Tapi aku jadi pengen bandeng goreng 🤤