Kisah cinta dan kehilangan yang penuh kekuatan, yang menginspirasi terciptanya mahakarya abadi Shakespeare, Hamlet.
kata gw ni film sombong in the best way possible, harus nunggu 3 bulan dulu baru bisa tayang di bioskop Indo bejir. but finally bisa nonton di layar lebar juga, and it feels sooo worth it.
chloé zhao i love u. dia tuh gimana ya… kalau ngedirect film, kita yang nonton selalu dibuat tenggelam dan enjoy ngikutin alurnya. mau ceritanya seberat apa pun, tetap aja mata tuh terkunci ke layar. entah dari cara dia storytelling, pergerakan kamera, atau gimana dia ngebangun atmosfer.
so beautiful, production designnya detail bgt, klasik. editing clean, sinematografi cakep. visually pleasing tapi juga emosional, jadi bukan cuma indah doang tapi ada rasanya.
casting? no debat. jessie buckley please… just give her the oscar already. paul mescal juga lowkey ngasih salah satu performance terbaik dia di sini. yang meranin hamnet juga masih kecil tapi actingnya udah sekelas itu, natural ga keliatan dipaksa.
dan ending scene-nya??? that last scene is insane (theater). bakal jadi salah satu scene paling memorable di perfilman sih menurut gw yaa. beautiful, intimate, and painfully meaningful.
so yeah, the 3 months wait was painful but totally worth it. ga sia-sia nunggu selama itu. terbayar lunas hahaha.