Marty Mauser (Timothée Chalamet), seorang pemuda ambisius dengan mimpi besar yang terus diremehkan lingkungannya. Terobsesi pada gagasan tentang kejayaan dan pengakuan, Marty mendorong dirinya melewati batas moral, kegagalan, dan konsekuensi yang semakin gelap.
Hal yang menarik dari Marty Supreme adalah bagaimana filmnya lebih fokus menceritakan kehidupan "pribadi" tokoh utamanya dibanding kehidupan olahraganya.
Dan walau karakter nya tidak love-able, Safdie berhasil membuat penontonnya peduli dengan nasib karakter kedepannya. Durasi 150 menit berjalan dengan tegang dan intens sekali.
Bisalahh ini Oscar buat bang Timothee