Dua tahun setelah perceraian orang tuanya, Vira (Aurora Ribero) tinggal bersama ibu dan adiknya, Dino (Ali Fikry). Yanti (Artika Sari Devi), sang ibu, yang dulu hancur karena ditinggal oleh suaminya kini berubah drastis dan menjadi lebih ceria, cantik, sukses, dan mampu membeli rumah baru sekaligus membuka salon yang selalu ramai meskipun lokasinya tidak strategis. Namun di balik keberhasilan itu, Vira mulai menyaksikan hal-hal aneh: ibunya melukai pelanggan, hingga berani untuk menyerang Dino dan keesokannya akan berperilaku seperti tidak terjadi apa-apa. Vira memutuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada sang Ibu, dan apakah di dalam diri Ibu, masih Ibu?
Gilakk acting Artika Sari Devi seram bangett busett, pantes deserve bgt masuk nominasi pemeran pendukung wanita terbaik di FFI tahun lalu, emang setotalitas ituuu.
Nih film bisa gw bilang, film horor Indonesia terbaik dan terseram tahun lalu, sayang banget underrated. Jumpscarenya works, elemen horornya kepake semua dan kerasa fresh aja gitu, bukan horor template yang itu-itu aja. Yang bikin makin keren, film ini bukan cuma soal susuk, dukun, atau mistik receh, tapi ngangkat tema ibu dengan cara yang unik dan disturbing. Metafora kucing yang memakan anaknya sendiri itu nancep banget, apalagi udah dikasih clue dari opening scene jadi sebenernya dari awal film ini udah ngasih tau mau ngomongin apa. sama gw juga suka lagi editing nya, tone warnanya baguss.
Kekurangan nya cuman masalah durasi si, harusnya di kurangin lagi biar ga terlalu kepanjangan.