Seorang remaja dengan sikap memberontak dan seorang pengasuh yang dikenal pendiam perlahan membangun kedekatan yang tak pernah mereka duga sebelumnya. Bertemu di sebuah panti asuhan, keduanya dipertemukan oleh luka masa lalu yang sama-sama belum pulih.
Meski dibuka dengan terburu-buru dan masih kasar, tapi lama-kelamaan Surat Untuk Masa Depanku makin solid dan perasaan menontonnya hangat sekali.
Seperti yang dibilang tadi, suka sekali sama kehangatan filmnya berkat performa para pemainnya dan latar panti yang terasa hidup dan meyakinkan sekali. Sayangnya pas dibagian Kefas dewasa, filmnya kehilangan itu semua. Dialognya yang bercampur Bahasa Inggris terasa kacau, dan fasenya terasa terlalu cepat, tapi beruntungnya saat adegan Kefas membacakan "Surat Untuk Masa Mudaku" masih dieksekusi dengan baik.
Klimaksnya edan dan diriku suka sekali sama penggunaan lagu Kidung difilmnya!