Di tengah masa remajanya, RAMA (16), seorang remaja pemberontak, memandang dunia sebagai musuh. Keyakinannya bahwa semua orang menentangnya hanya mereda berkat kehadiran ibunya—satu-satunya sekutu yang ia miliki dalam hiruk-pikuk kehidupan remaja. Namun, ketika tragedi menimpanya dan merenggut sosok yang paling ia andalkan, Rama dipaksa menghadapi kehidupan seorang diri. Dalam kesendiriannya yang baru itu, muncul secercah ketenangan melalui kehadiran i-BU—sebuah program AI buatan temannya yang dirancang menyerupai kehangatan dan kenyamanan sosok sang ibu.
Black Mirror kalau dibikin jadi film Indonesia, literally.
Jujur sebenarnya ni film serba nanggung, tapi patut diapresiasi ngangkat terkait isu AI, plus nyenggol soal Bumi/alam or something like that. Ide besarnya sebenernya oke dan relevan, kerasa niatnya gede. Sayangnya karena fokus ke situ, aspek drama keluarganya jadi kurang kebangun. Jadinya pas nonton gw ga bener-bener tersentuh. Abis film kelar rasanya cuma, “oh… gitu aja?” Mau nangis tapi nanggung anjir hahaha, udah pas momentnya, eh malah buyar wkwk.
Menurut gw, scene ibu sama Rama di awal tuh harusnya dibangun lebih lama, biar kita lebih relate dan keikat emosinya. Scene ayah dan anaknya juga sama, berasa lewat aja gitu bejir.
Overall, konsepnya menarik dan beda buat film Indo, cuma eksekusinya masih setengah-setengah. Potensinya ada, tapi impact emosionalnya kurang kena.
Oh ya satu lagi perlu gw mention, soundtrack nya enak² banget pliss hahaha.