Setelah lama hidup dalam keterbatasan di Pekalongan, Sita (Michelle Ziudith), seorang ibu tunggal, mendapat pekerjaan di rumah sakit Semarang. Ia berangkat bersama putrinya yang memiliki keterbatasan dalam melihat, Gendis (Fara Shakila), menaiki bus terakhir melalui jalur angker Alas Roban. Di tengah perjalanan, bus mereka mogok—dan sejak itu hidup Gendis berubah. Gendis mulai mendengar suara asing, menggambar simbol misterius, dan kerasukan setiap malam, seolah sesuatu ingin mengambil tubuhnya. Dibantu sepupunya, Tika (Taskya Namya), dan Anto (Rio Dewanto), sopir ambulans yang memahami mitos Alas Roban, Sita mengetahui bahwa Gendis menjadi incaran Dewi Raras (Imelda Therinne) yang murka karena janji ritual lama dilupakan. Untuk menyelamatkan putrinya, Sita harus kembali ke Alas Roban bersama seorang penjaga spiritual, Bu Emah (Dewi Pakis), dan menggelar ritual terakhir sebelum malam keramat tiba.
Sebenarnya Alas Roban punya potensi buat tampil lebih bagus leewat elemen dramanya, tapi sayang banget filmnya punya skenario yang pasaran dan klise sekali.
Sebenernya gaakan jadi masalah kalo skenario yang klise asal dieksekusi dengan bagus, tapi sayang Alas Roban ini draggy dan repetitif banget. Teror yang tampil sebenernya beberapa lumayan bagus cuman dipake terus treatmentnya.
Akting para castnya juga semua mid, jadi elemen dramanya kerasa kurang maksimal dan ketebak.
Sayang banget padahal diawal udah oke tapi lama kelamaan gitu-gitu lagi problemnya.