Seorang gadis ingin balas dendam pada ayahnya—seorang komedian senior terkenal yang telah meninggalkannya sejak kecil—dengan menggunakan rahasia memalukan sang ayah sebagai materi stand-up comedy-nya. Namun semakin dalam ia menggali rahasia tersebut, semakin ia memahami keadaan sang ayah, hingga akhirnya ia justru menyayangi pria yang dulu begitu ia benci.
Terlepas dari struktur ceritanya yang masih terbata-bata dalam menggabung semua konfliknya dan beberapa bagian filmnya terasa tumpah ruah sehingga ceritanya terlalu padat, Suka Duka Tawa tetaplah tontonan yang hangat dan debut penyutradaraan yang cukup baik menurutku.
Hal terbaik filmnya jelas performa akting para pemainnya terutama Teuku Rifnu Wikana yang luar biasa bagus, suka juga sama pemilihan endingnya yang bagus dan matang walau sayang penonton kurang dikasih nafas saat masuk kebagian resolusinya.
Mungkin kalo filmnya lebih rapi lagi rasanya impactnya akan jauh lebih on-point dan maksimal. Ditunggu karya-karya selanjutnya dari Aco Tenri!